assalamuala"'ikum siang ini saya akan nge post hasil karya saya yaitu tugas tentang perjuangan bangsa indonesi merebut irian barat sbnr y tugas ini dari guru saya ya semoga ada yg kembar dng saya dan saaya akan membagi kan untuk kalian semoga bermanfaat ^_^
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN
JUDUL
................................................................................................i
KATA
PENGANTAR ..............................................................................................ii
DAFTAR ISI
............................................................................................................iii
BAB I
A PENDAHULUAN
........................................................................................1
1.1.Tujuan
........................................................................................................1
1.2. Latar
Belakang penyusunan laporan ..............................................2
1.3.(B) Isi ..............................................................................................3
1.4. latar belakang perjuangan bangsa
indonesia merebut irian barat ............3
BAB II
LANDASAN
TEORI ...................................................................................4
1.5.penyelesaian
di peroleh irian
barat............................................................4
1.6.
Diplomasi.........................................................................................................5
1.7. Ekonomi
.........................................................................................................5
1.8.
konfrontasi......................................................................................................6
1.9.(C) Penutup
......................................................................................................6
2.0.Nilai
karakter...................................................................................................7
2.1.saran +
pesan
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Tuhan yang maha kuasa atas semua limpahan rahmat, inayah, taufik
serta hinayahnya hingga saya bisa merampungkan penyusunan makalah ini didalam
wujud ataupun berisi yang amat sederhana. semoga makalah ini bisa dipergunakan
sebagai di antara acuan, panduan ataupun dasar untuk pembaca didalam
administrasi pendidikan didalam profesi keguruan.
Harapan saya
semoga makalah ini menolong menambah pengetahuan serta pengalaman untuk beberapa
pembaca, hingga saya bisa melakukan perbaikan wujud ataupun isi makalah ini
hingga nantinya bisa tambah baik.
Makalah ini
saya akui ada banyak kekurangan dikarenakan pengalaman yang saya punyai amat
kurang. oleh kerena itu saya inginkan pada beberapa pembaca untuk berikan
masukan-masukan yang berbentuk membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
PERJUANGAN BANGSA
INDONESIA DALAM MEREBUT IRIAN BARAT
BAB 11
PERJUANGAN BANGSA INDONESIA DALAM MEREBUT IRIAN BARAT
A. Latar Belakang Masalah Irian Barat
- Berdasarkan kesepakatan KMB tanggal
27 Desember 1949 dilaksanakan pengakuan kedaulatan negara Indonesia sebagai
Republik Indonesia Serikat (RIS).
- Belanda mengingkari kesepakatan KMB
tentang penyelesaian masalah Irian Barat yang rencananya akan dilaksanakan 1
tahun setelah penyerahan kedaulatan.
- Belanda justru memperkuat pertahanan
militernya dan menyebarkan isu anti-Indonesia terhadap penduduk Irian Barat.
B. Perjuangan Bangsa Indonesia dalam Merebut
Irian Barat
1. Perjuangan Diplomasi (perundingan)
a. Perjuangan diplomasi dengan Belanda
- Belanda memasukkan Irian Barat
sebagai bagaian wilayah kerajaannya sehingga perjuangan diplomasi
bilateral mengalami kegagalan.
b. Perjuangan diplomasi di forum PBB
- Indonesia kalah suara dalam sidang
umum PBB karena jumlah negara Asia-Afrika yang menjadi angggta PBB belum
sebanyak sekarang
c. Perjuangan diplomasi di KAA
- Melaksanakan rapat umum pembebasan
Irian Barat di Jakarta pada tanggal 18 Nov 1957.
2. Konfortasi politik
a. Pembatalan perjanjian KMB
- Pembatalan perjanjian KMB dilakukan
secara sepihak oleh Indonesia berdasarkan UU No. 23 Tahun 1956 pada tanggal 3
Mei 1956.
b. Pembentukan provinsi Irian Barat
- Provinsi Irian Barat dibentuk tanggal 17
Agustus 1956 oleh Kabinet Ali Sastroamidjoyo.
- Ibu kota berada di Kota Soa Sui,
Tidore, Maluku Utara dan sebagai Gubernur adalah Zainal Abidin Syah dari
Kesultanan Ternate.
c. Pemutusan hubungan diplomatik dengan
Belanda
- Terjadi pada tanggal 17 Agustus 1960
dalam pidato Presiden Soekarno yang berjudul “Jalannya Revolusi Kita Bagaikan
Malaikat Turun dari Langit.”
3. Konfrontasi Ekonomi
- Hasil rapat umum gerakan pembebasan
Irian Barat tanggal 2 Desember 1957 rakyat dan pemerintah melaksanakan aksi
konfrontasi sebagai berikut:
i. Mogok masal para buruh yang kerja di
perusahaan Belanda.
ii. Melarang beredarnya segala bentuk terbitan
dan film yang berbahasa Belanda.
iii. Pengambilalihan (nasionalisasi) perusahaan
milik Belanda di Indonesia.
iv. Memecat warga negara Belanda yang bekerja di
pemerintahan Indonesia.
v. Membentuk Front Nasional Pembebasan Irian
Barat.
- Pemerintah mengularkan Peraturan
Pemerintah (PP) No. 23 tahun 1957 tentang Pengambilalihan (nasionalisasi)
perusahaan milik Belanda di Indonesia.
- Perusahaan Belanda yang akan
diambilalih yaitu: Perusahaan listrik Philips, Bank Escompto, Percetakan de
Unie, Nederlandsche Handel Maatschappij (Bank Dagang Negara), serta perusahaan
perkebunan dan pertambangan.
- Melarang seluruh pesawat terbang KLM
milik Belanda untuk terbang dan mendarat di Indonesia.
4. Konfrontasi bersenjata (militer)
a. Tri Komando Rakyat (Trikora)
- Latar belakang Trikora adalah Belanda
mencoba menjadikan masalah Irian Barat sebagai masalah di forum PBB sebagai
koloni yang akan dimerdekakan (dekolonisasi).
- Presiden Soekarno mencanagkan Tri Komando Rakyat (Trikora) pada tanggal 19
Desember 1961 saat pidato rapat raksasa di Jogjakarta dalam rangka pembebesan
Irian Barat.
- Isi Trikora:
i. Gagalkan pembentukan negara boneka
bentukan Belanda
ii. Kibarkan sang merah putih di Irian Barat
Tanah Air Indonesia
iii. Bersiaplah untuk mobilisasi umum
mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air Indonesia
b. Komando Mandala
- Komando Mandala merupakan realisasi
dari Trikora yang dibentuk oleh Presiden Soekarno pada tanggal 2 Januari 1962
di Ujung Pandang (Makasar).
Pasukan
Komando Mandala
- Tugas Komando Mandala:
i. Merencanakan persiapan dan
menyelenggarakan operasi militer dengan tujuan mengembalikan Provinsi Irian
Barat ke dalam kuasaan NKRI.
ii. Mengembangkan situasi militer di wilayah
Provinsi Irian Barat, yakni:
o Sesuai dengan taraf-taraf perjuangan
diplomasi.
o Dilaksanakan sesingkat-singkatnya di wilayah
Provinsi Irian Barat secara de facto dan dapat menciptakan daerah-daerah bebas
atas unsur kekuasaan pemerintahan RI.
- Panglima Komando Mandala: Mayjend.
Soeharto, wakil panglima I: Kol. (laut) Subono, wakil panglima II: Kol. (udara)
Leo Wattimena, dan kepala staff gabungan: Kol. Achmad Tahir.
- Tiga fase strategi operasi militer
Komando Mandala:
i. Fase infltrasi: memasukkan 10 kompi
tentara ke Provinsi Irian Barat samapi akhir tahun 1962 dan mengajak raktyat
irian Barat untuk ikut membebaskan wilayah :
o Fak-fak dan Kaimana dengan operasi banteng
o Sorong dan Terminabuan dengan operasi serigala
o Marauke dengan operasi naga
o Sorong, Kaimana, dan Marauke dengan operasi
jatayu
ii. Fase eksploitasi: serangan terbuka mulai
tahun 1963 terhadap pangkalan militer musuh dan semua pos pertahanan musuh yang
penting.
o Operasi serangan terbuka tersebut dinamakan
Operasi Jayawijaya dengan membentuk Angkatan Tugas Amfibi 17 yang terdiri dari
tujuh gugus tugas yang dipimpin oleh Kol. Sudomo, sedangkan Angkatan Udara
membentuk enam kesatuan tempur baru.
o Operasi Jayawijaya belum sempat dimulai
karena padda tanggal 15 Agustus 1962 tercapai persetujuan perundingan antara RI
dan Belanda di markas Besar PBB. Sehingga pada tanggal 18 Agustus 1962 terjadi
genjatan senjata.
iii. Fase konsolidasi: menegakkan kekuasaan RI
secara mutlak di seluruh Irian Barat mulai awal tahun 1964.
c. Peristiwa Laut Aru
- Pada awal fase infiltrasi di Laut Aru
(sebelah barat daya Irian Barat) terjadi pertempuran antara tiga Motor Torpedo
Boat (MTB) milik Indonesia dengan kapal perusak dan fregat milik Belanda.
- Pada tanggal 12 Januari 1962 kesatuan
patroli cepat yang dipimpin oleh Kapten Wiratno melakukan patroli rutin di Laut
Arafuru yang terdiri dari tiga buah MTB yaitu:
o MTB Macan Tutul yang dikomandoi oleh Kapten
Wiratno dan Komodor Yosafat Sudarso (Yos Sudarso).
o MTB Harimau yang dikomandoi oleh Kolonel
Sudomo.
o MTB Macan Kumbang yang dikomandoi pejabat
lainnya.
MTB KRI
Macan Tutul
- Pada tanggal 15 Januari 1962
rombongan patroli Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) tiba di Laut Aru,
secara tiba-tiba diserang oleh kapal perusak dan kapal fregat yang dipandu oleh
pesawat terbang Neptune dan Firefly milik Belanda.
- MTB Macan Tutul yang dikomdaoi oleh
Yos Sudarso melakukan manufer, sehingga pihak Belanda hanya memperhatikan MTB
Macan Tutul dan KMB yang lain dapat meloloskan diri. Mendapat serangan yang
bertubi-tubi menyebabkan MTB Macan Tutul terbakar dan tenggelam sehingga
menggugurkan Kapten Wiratno, Yos Sudarso, dan beberapa awak kapal menjadi
pahlawan pembebasan Irian Barat.
C. Akhir Perjuangan Bangsa Indonesia dalam
Merebut Irian Barat
1. Persetujuan New York
- Latar belakang: pertempuran terbuka
antara Indonesia dan Belanda untuk saling mempertahankan Irian Barat dapat
diketahui dunia internasional.
- Diplomat Amerika Serikat Ellsworth
Bunker mengamati kesungguhan Indonesia dalam memperjuangkan Irian Barat. Ia
mengajukan Rencana Bunker yang berisi:
o Pemerintahan Irian Barat harus diserahkan
kepada Republik Indonesia.
o Rakyat Irian Barat diberikan kebebasan untuk
memilih tetap berada dalam wilayah RI atau memisahkan diri.
o Pelaksanaan penyerahan Irian Barat
diselesaikan dalam waktu dua tahun.
o Diadakan masa pengalihan selama satu tahun
di bawah pemerintahan PBB untuk menghindari bentrok fisik dan pemulangan
militer dan pegawai Belanda.
- Pada tanggal 15 Agustus 1962 di
Markas PBB New York diadakan penandatangan perjanjian antara RI dan Belanda
menyelesaian masalah Irian barat yang dikenal dengan Perjanjian New York yang
berisi:
o Belanda menyerahkan Irian Barat kepada
pemerintahan sementara PBB United Nations Temporary Authority (UNTEA) dan
penurunan bendera Belanda diganti dengan bendera PBB selambat-lambatnya 1
Oktober 1962.
o Tenaga-tenaga dari Indonesia (sipil dan
militer), putra-putri Irian Barat, dan sisa-sisa pegawai Belanda yang masih
diperlukan akan digunakan oleh pemerintahan sementara PBB.
o Pasukan Indonesia yang sudah berada di Irian
Barat diizinkan untuk tetap tingal di Irian Barat, tetapi statusnya tetap di
bawah pemerintahan sementara PBB.
o Angkatan perang Belanda akan dipulangkan
berangsur-angsur dan yang belum dipulangkan berada di bawah pengawasan PBB.
o Diberlakukannya lalu-lintas bebas antara
irian Barat dengan wilayah Indonesia lainnya.
o Pada tanggal 31 desember 1962, bendera
Indonesia mulai dikibarkan berdampingan dengan bendera PBB.
o Pemulangan angota sipil dan militer Belanda
harus sudah diselesaikan paling lambat tanggal 1 mei 1963 dan secara remsi
Indonesia menerima pemerintahan Irian Barat.
- Sebagai tindak lanjut Perjanjian New
york, pemerintahan Indonesia berkewajiban untuk melaksanakan Penentuan Pendapat
Rakyat (Papera) sebelum akhir tahun 1969.
- Pemerintahan sementara PBB UNTEA
pimpinan Jalal Abdoh dari Iran membentuk pasukan keamanan PBB United nations
Security Forces (UNSF). UNSF yang dipimpin oleh Brigjend. Said Uddin Khaan dari
Pakistan bertujuan untuk menjamin keamanan di Irian Barat.
2. Penyerahan kekuasaan Irian Barat kepada
Indonesia
- Penyerahan kekuasaan pemerintahan
secara resmi dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 1963 di Kota Baru/Holandia
(Jayapura).
- Komando Mandala dibubarkan pada hari
yang sama dengan tugas terakhir yaitu Operasi Wisnumurti yang bertujuan untuk
menyelenggarakan penyerahan kekuasaan pemerintahan Irian Barat dari UNTEA
kepada pemerintah RI.
3. Penentuan Pendapat Rakyat Irian Barat
(Papera)
- Diselenggarakan tanggal 14 Juli – 4
agustus 1969 di bawah tanggung jawah pemerintah RI dengan tata cara:
o Pelaksanaan Papera dilaksanakan dengan
musyawarah dan mufakat.
o Pelaksanaan Papera dilaksanakan di setiap
kabupaten di Irian Barat.
o Pembentukan Dewan Musyawarah Pepera (DMP)
dan utusan di setiap kabupaten.
o Jumlah DMP sebanding dengan jumlah penduduk
di masing-masing kabupaten.
o Setiap 750 jiwa memiliki 1 orang wakil DMP
atau setiap kabupaten memiliki minimum 75 orang dan maksimum 175 orang anggota
DMP.
- Penentuan pendapat rakyat (Papera)
dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:
o Tahap I: Konsultasi tata cara penyelenggaraan
Papera dengan dewan kabupaten di Kota Jayapura tanggal 24 Maret 1969.
o Tahap II: Pemilihan Dewan Musyawarah Papera
(DMP) yang berakhir Juni 1969.
o Tahap III: Melaksanaka Papera mulai dari
Kabupaten Marauke dan berakhir pada tanggal 4 Agustus 1969 di Jayapura.
- DMP dengan suara bulat memutuskan
bahwa Irian Barat tetap merupakan bagian dari Republik Indonesia.
- Hasil Papera dibawa oleh utusan Duata
Besar PBB Ortis Sanz ke New York untuk dilaporkan dalam Sidang Umum PBB ke-24 pada
tanggal 29 November 1969.
- Sidang Umum PBB ke-24 menyetujui
resolusi Belanda, Malaysia, Thailand, Belgia, Luksemburg, dan Indonesia tentang
harapan agar Sidang Umum PBB menerima hasil-hasil papera sesuai dengan
perjanjian New York.
PENUTUP
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh hubungannya dengan makalah ini Penulis banyak berharap kepada para pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh hubungannya dengan makalah ini Penulis banyak berharap kepada para pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini.
Kesimpulan
Kebangsaan adalah segala sesuatu yang
berkaitan dengan identitas suatu bangsa mulai dari semangat membela bangsa,
sikap cinta akan tanah air hingga ideology yang hidup dalam suatu bangsa. Dalam
kebangsaan terdapat semangat kebangsaan dan nilai-nilai kebangsaan yang baik
dan berharga. Sikap kebangsaan dan
wawasan kebangsaan pasti dimiliki oleh setiap orang dalam perasaan atau
pikiran, paling tidak di dalam hati nuraninya. Secara realitas, rasa kebangsaan
itu seperti sesuatu yang dapat dirasakan tetapi sulit dipahami. Namun ada
getaran atau resonansi dan pikiran
ketika rasa kebangsaan tersentuh. Rasa kebangsaan bisa timbul dan terpendam
secara berbeda dari orang per orang dengan naluri kejuangannya masing-masing,
tetapi bisa juga timbul dalam kelompok yang berpotensi dasyat luar biasa
kekuatannya. Sikap kebangsaan di setiap Negara
belum tentu sama bahkan sikap kebangsaan dalam satu Negara saja terkadang
berubah secara perlahan seiring berjalannya waktu. Rasa kebangsanaan adalah
kesadaran berbangsa, yakni rasa yang lahir secara alamiah karena adanya
kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi
perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah
masa kini. Dinamisasi rasa kebangsaan ini dalam mencapai cita-cita bangsa
berkembang menjadi wawasan kebangsaan, yakni pikiran-pikiran yang bersifat
nasional dimana suatu bangsa memiliki cita-cita kehidupan dan tujuan nasional
yang jelas. Berdasarkan rasa dan paham kebangsaan itu, timbul semangat
kebangsaan atau semangat patriotisme. Rasa kebangsaan bukan monopoli suatu
bangsa, tetapi ia merupakan perekat yang mempersatukan dan memberi dasar
keberadaan
Nilai dan
karakter
1. Religius
Sikap dan
perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran
terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama
lain.
2. Jujur
Perilaku
yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat
dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi
Sikap dan
tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan
tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan
yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan
peraturan.
5. Kerja
Keras
Tindakan
yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan
peraturan.
6. Kreatif
Berpikir dan
melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang
telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan
perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan
tugas-tugas.
8.
Demokratis
Cara
berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya
dan orang lain.
9. Rasa
Ingin Tahu
Sikap dan
tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari
sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat
Kebangsaan
Cara
berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan
negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta
Tanah Air
Cara
berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara
di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
12.
Menghargai Prestasi
Sikap dan
tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi
masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13.
Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan
tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi
masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
14. Cinta
DamaiSikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang
berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang
lain.
15. Gemar
Membaca
Kebiasaan
menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi
dirinya.
16. Peduli
Lingkungan
Sikap dan
tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di
sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang
sudah terjadi.
17. Peduli
Sosial
Sikap dan
tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang
membutuhkan.
18. Tanggung
Jawab
Sikap dan
perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya
dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan
budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar